Mengupas sedikit buku karya SURYAN MASRIN tentang Jejak Penyebaran Islam di Bangka Barat
Peradong, sebagai bagian desa yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Simpang Teritip Bangka Barat, ternyata menyimpan beberapa jejak peninggalan Islam yang ada kaitannya dengan proses islamisasi Bangka. Beberapa manuskrip dan makam yang ada di Peradong menjadi alasan pernyataan tersebut. Nama Peradong sendiri, dalam beberapa catatan asing dan dalam peta yang dibuat oleh asing ada beberapa macam penulisan, yakni Prandoeng (1852-1855), Pradong (1855), Peradoeng (1916), dan Pradoeng (1945).
Jika dilihat dari angka-angka tahun yang ada dalam manuskrip dan dilihat dari ciri dan jenis nisan makam, dapat disimpulkan bahwa penyebaran Islam di Peradong selain dipengaruhi oleh Palembang, Banjar, dan Johor, juga dipengaruhi oleh Aceh, yakni berada di abad ke-19. Hal ini dapat dilihat dari tinggalan manuskrip, ada dari karya ulama Aceh, yakni Syaikh Nuruddin Ar-Raniry. Selain itu, dari ciri dan jenis nisan makam yang ada, sebagian juga bercorak nisan Aceh.
Membicarakan Peradong tidaklah semenarik cerita daerah lainnya di Bangka, seperti halnya Lom dan Mapur, Kota Kapur, Muntok, dan lainnya. Peradong hanyalah bagian kecil dari Bangka, yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat Bangka khususnya, dan Indonesia umumnya . Terlihat dari covernya buku ini sangat menarik di baca oleh para peneliti Sejarah Kebudayaan Islam.
untuk lebih jelasnya sebaiknya para pembaca silahkan langsung membaca ......
https://www.academia.edu/89667605/Jejak_Penyebaran_Islam_di_Peradong_by_Suryan_Masrin
Komentar
Posting Komentar